Jika membaca judul di atas anda pasti menangkap hal yang aneh, di
warung soto kok makannya sambal tumpang? Tapi memang begitulah adanya.
Meski menggunakan nama warung soto, tempat ini juga menyediakan menu
nasi urap (sega gudhang) dan sambal tumpang (orang Boyolali menyebutnya sambal lethok) yang popularitasnya bahkan mengalahkan menu sotonya.
Urap khas Boyolali (orang Jawa menyebutnya gudhangan) terasa
istimewa karena di atasnya ditambahkan taburan bubuk kacang yang
memunculkan citarasa khas nan sedap. Bubuk kacang tersebut dibuat dari
kacang goreng yang digiling kasar dan biasanya dibumbui gula pasir,
garam, jeruk purut,kencur dan bawang putih. Ketika dicampur, rasa
manis-gurih dari bubuk kacang berpadu sempurna dengan urap sayuran yang
bumbunya dari kelapa parut.
Nasi urap sangat cocok jika disantap dengan ikan wader (ikan sungai
berukuran kecil) yang digoreng garing. Selain itu, masih ada banyak
ragam lauk yang bisa anda pilih semisal ayam goreng, lele goreng, cingur
sapi, empal daging, hati-ampela ayam, babat, iso, paru, telur ceplok,
dll. Di meja makan juga tersedia banyak macam gorengan seperti mentho,
bakwan, tahu, sosis Solo, dsb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar